Umat Islam di seantero dunia beberapa dekade belakangan ini begitu gencar digelinding oleh gerakan dakwah yang cenderung bersifat ekstrem bahkan sangat meresahkan, tidak terkecuali di Indonesia. 'Aksi' takfir (pengafiran), tasyriik (pemusyrikan) maupun tabdii'(pembid'ahan) boleh dikatakan paham yang lagi 'ngetren' dewasa ini.
Fenomena ini nyatanya tidak hanya mengeroposi bingkai-bingkai ukhuwwah Islamiyah, namun telah sampai pada tataran merusak pondasi-pondasi agama yang telah menjadi konsensus bersama. Dan, kemajuan teknologi informasi makin mendorong meluasnya 'fatwa-fatwa' mereka laksana air terlepas dari salurannya. Kekacauan fatwa (faudha al-fataawa) pun tidak bisa terelakkan. Umat Islam pun kebingungan.
Buku "Menjawab Dakwah Kaum 'Salafi' " ini merupakan salah satu buku intelektual yang representatif menjawab berbagai permasalahan terkait dengan pemahaman kaum yang menamakan diri "Salafi" itu. Mulai dari soal sunnah dan bid'ah, taklid, maulid Nabi, ziarah ke makam Rasulullah, tawasul, tabarruk hingga mengklaim kedua orangtua Rasulullah saw. sebagai ahli neraka.
Buku yang memuat berbagai bantahan ilmiah dan rasional ini, ditulis langsung oleh Mufti Agung Mesir, Prof. DR. Ali Jum'ah. Dengan demikian, buku ini sangat pantas untuk dibaca dalam rangka menjawab kegelisahan yang meruyak di tengah umat Islam dewasa ini.
Deskripsi :
Judul : Menjawab Dakwah Kaum Salafi
Judul Asli : Al-Mutasyaddiduun Manhajuhum wa Munaaqasyatu Ahammi Qadhaayaahum
Penerbit : Khatulistiwa Press
Penulis : Prof. Dr. Ali Jumu'ah
Ukuran : 14 x 21 cm
Halaman : xii + 247 halaman
Cover : SC
ISBN : 978-602-17576-0-4
Cetakan Ketiga, Februari 2018
Sinopsis :
DAFTAR ISI :
Daftar Isi ... v
PENDAHULUAN ... 1
Mengenal Salafi ... 1
Perkembangan Istilah as-Salafiah dalam Sejarah Modern ... 3
Hakikat Mengikuti Salaf Menurut Ulama ... 5
Tipikal Kaum Ekstrem Kontemporer (Salafi-Wahabi) ... 9
MASALAH-MASALAH YANG MENJADI FOKUS DAKWAH KAUM SALAFI-WAHABI ... 18
- Bab 1. Mensifati Allah dengan Tempat ... 21
- Bab 2. Menghina pengikut madzhab Asy’ariyah ... 27
- Bab 3. Mengingkari Taklid kepada Madzhab Fiqih yang Empat ... 49
- Bab 4. Berani Berfatwa tanpa Keahlian dan Aturan ... 63
- Bab 5. Memperluas Pemahaman Bid’ah dan Mengklaim Mayoritas Kaum Muslimin sebagai Ahlul Bid'ah ... 88
- Bab 6. Mengharamkan Tawasul kepada Rasulullah saw dan Menganggapnya syirik kepada Allah ... 105
- Bab 7. Mengharamkan Shalat di Masjid yang di Dalamnya Terdapat Makam, dan Menyatakan Wajib Membongkarnya ... 121
- Bab 8. Menganggap Tabarruk (Mencari Keberkahan) dengan Atsar Rasulullah saw. dan Orang Saleh Sebagai Perbuatan Syirik ... 133
- Bab 9. Mengharamkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Menganggapnya Bid’ah yang Sesat ... 152
- Bab 10. Mengharamkan Safar untuk Ziarah ke Makam Rasulullah saw., Para Nabi, dan Orang Shaleh ... 159
- Bab 11. Menuduh Orang yang Ber-Tarajji (Mengharap Sesuatu) dengan Berkata 'Demi Nabi' sebagai Tindakan Syirik Kecil ... 166
- Bab 12. Mengklaim Kedua Orangtua Rasulullas saw. sebagai Ahli Neraka di Hari Kiamat ... 173
- Bab 13. Menganggap Orang yang Telah Meninggal Tidak Lagi Memiliki Perasaan Apapun Terhadap Orang Yang Menziarahi Makamnya ... 185
- Bab 14. Mengingkari Banyak Bacaan Zikir, Wirid dan Hizib ... 192
- Bab 15. Menganggap Biji Tasbih sebagai Bid’ah ... 200
- Bab 16. Menjadikan Penampilan Lahir (Pakaian dan Cadar) sebagai bagian dari Ibadah ... 211
- Bab 17. Berdakwah Tanpa Persiapan dan Mencampuradukkan antara Nasehat Agama dan Ilmu ... 228
Biografi Penulis ... 243
Tidak ada komentar:
Posting Komentar