10 BERSAUDARA BINTANG AL QUR`AN
WUJUD KOMITMEN ALLAH MENJAGA KEMURNIAN AL QUR`AN
Al Qur'an adalah satu-satunya Kitab Suci agama samawi yang terjaga kemurniannya hingga sekarang. Al Qur'an bahkan terbebas dari "ramuan" campur tangan sipenerimanya sendiri, Muhammad SAW, karena ia adalah Nabi yang umi, tidak bisa membaca dan menulis. Selain itu, Al Qur'an sendiri menyatakan bahwa ucapan Muhammad itu adalah wahyu (QS An Najm, 53: 3-4).
Sebagai Kitab Suci agama samawi, Al Qur'an tentu turun dan diwahyukan dari"langit", dari Yang Mahatinggi. Ada banyak bukti yang tidak terbantahkan mengenai argumentasi ini. Secara nyata, tidak ada seorang manusia pun yang hingga saat ini mampu membuat yang setara dengan Al Qur'an, seperti yang ditantangkan Allah Swt. dalam Al Qur'an. Artinya, sangat jelas, Al Qur'an bukanlah "karya" manusia dan tidak ada campur tangan manusia pula di dalamnya.
Secara tertulis, tidak kurang dari 70 ayat dalam Al Qur'an menyatakan bahwa Allah Yang Mahatinggi-lah yang menurunkan Al Qur'an. Selain menurunkan dan mewahyukan Al Qur'an, Allah Swt. berkomitmen menjaga kemurniannya hingga Hari Kiamat. Sebagai salah satu wujud komitmen-Nya, Allah menciptakan jutaan penghafal Al Qur'an di seluruh dunia. Indonesia sendiri memiliki ribuan penghafal Al Qur'an. Fakta ini bisa dengan mudah dilihat di masjid-masjid besar saat bulan Ramadhan. Para imam yang mengimami qiyamullail di masjid-masjid itu hampir rata-rata adalah ustadz yang hafal Al Qur'an.
Fakta mutakhir tentang hal ini di Indonesia adalah SEPULUH BERSAUDARA PENGHAFAL AL QUR'AN. Kesepuluh bersaudara ini tidak lahir dari keluarga yang khusus mendalami Al Qur'an. Mereka malah lahir dari ayah yang anggota DPR, sangat sibuk, dan jarang di rumah. Lebih dari itu, ibu mereka juga ternyata pemimpin organisasi wanita besar yang memiliki cabang di 28 provinsi di Indonesia, sangat sibuk, dan sering sekali pulang-pergi ke luar negeri. Kesepuluh bersaudara ini tidak hanya menjadi bintang dalam hafalan Al Qur'an. Mereka ternyata mampu menorehkan prestasi melangit di sekolahnya masing-masing.
Kesepuluh bersaudara ini adalah:
Kesepuluh bersaudara ini adalah:
- Afzalurrahman (24th): Hafal Al Qur`an 30 juz, Teknik Geofisika ITB, Ketua Umum Majelis Taklim Salman ITB, peraih Pertamina Youth Program;
- Faris Jihady Hanifa (22th): Hafal Al Qur`an 30 juz sejak usia 10 tahun, Fakultas Syariah LIPIA, Juara I Tahfiz Alquran Kerajaan Saudi Arabia;
- Maryam Qanitat (20th): Hafal Al Qur`an 30 juz sejak usia 16 tahun, Fakultas Dirasat Islamiyah Jurusan Hadits Al Azhar Islamic University Cairo, Lulusan Terbaik Pesantren Khusnul Khatimah;
- Scientia Afifah Taibah (18th): Hafal Al Qur`an 26 juz, Fakultas Hukum Universitas Indonesia;
- Ahmad Rasikh Ilmi (17th): Hafal Al Qur`an 15 juz, Lulusan Terbaik SMPIT Al Kahfi;
- Ismail ghulam Halim (15th): Hafal Al Qur`an 13 juz, Santri Teladan dan Favorit serta Juara Umum SMPIT Al Kahfi;
- Yusuf Zaim Hakim (14th): Hafal Al Qur`an 9 juz, Peserta Pembinaan Pra-Olimpiade Nasional;
- Muhammad Syaihul Basyir (13th): Hafal Al Qur`an 30 juz pada saat kelas 6 SD;
- Hadi Sabila Rosyad (11th): Hafal Al Qur`an 2 juz; Juara I Lomba Membaca Puisi;
- Himmaty Muyassarah (9th): Hafal Al Qur`an 2 juz.
Bagaimana dari seorang ayah dan ibu yang supersibuk tersebut lahir sepuluh bersaudara yang mampu menjadi bintang hafalan Alquran? Inilah yang secara gamblang dibahas dalam buku 10 Bersaudara Bintang Al Qur`an.
Buku ini membagi penjelasan kisah 10 Bersaudara Bintang Alquran dalam lima bagian. Bagian pertama buku ini menjelaskan bagaimana mereka berkomitmenmenjadi "penjaga" Al Qur'an. Bagian kedua menjelaskan bagaimanakeseluruhan dari keluarga ini berikhtiar membina keluarga qurani. Bagian ketiga menjelaskan bagaimana seluruh keluarga ini menghadapi tantangan dan menemukan hikmah dalam menghafal Alquran. Bagian keempat menjelaskan profil kesepuluh bersaudara bintang hafalan Alquran. Bagianakhir (kelima) dari buku ini ditutup oleh penjelasan dari sudut pandang psikologis, mengapa menjadi penghafal Alquran itu menjadi sangat penting. Buku ini tentu mengajarkan keteladanan bahwa menghafal Quran itu bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk oleh keluarga yang super sibuk sekalipun. Faktanya sudah sedemikian nyata. Oleh karena itu, sejatinya seluruh keluarga Muslim sudah dapat mulai membiasakan menghafal Al Qur'an sejak sekarang. Bagaimana cara dan memulainya? Teladani keluarga 10 bersaudara ini melaui buku 10 Bersaudara Bintang Al Qur'an.
Selamat membaca.
Deskripsi:
Judul : 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Judul Asli : -
Penerbit : Arkan Leema (Sygma Publishing)
Penulis : Izzatul Jannah-Irfan Hidayatullah
Ukuran : 13,5 x 20,5 cm
Halaman : xiv + 148 halaman
Cover : SC
ISBN :
Sinopsis :
Daftar Isi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar