Subhanallah, alangkah sering mata kita terkelabui oleh yang semu. Kita menginginkan mereka mendengarkan setiap perkataan kita, tetapi kita lupa belajar mendengar suara nurani mereka. Kita ingin anak-anak kita cerdas, enerjik dan kreatif, tetapi kitalah yang pertama kali membunuh bakat-bakat mereka, nisiatif-inisiatif mereka dan bahkan kebaikan-kebaikan mereka. (hal. 35)
Selain mencerdaskan otaknya, salah satu bekal yang harus kita berikan kepada anak-anak kita adalah kedekatan emosi yang hangat. Mereka bahagia jika berdekatan dengan kita, bukan karena uang yang kita berikan, tetapi karena waktu yang kita luangkan untuk bercanda dan berbincang bersama mereka. (hal. 44)
Banyak orangtua merasa telah bersungguh-sungguh berjuang untuk anaknya. Padahal yang terjadi sesungguhnya adalah memaksa mereka menjadi seperti keinginan orang tua. Kita paksa anak-anak kita untuk meniru kita, dengan bekal seperti bekal kita, padahal ia diciptakan bukan menghadapi zaman ini. Ia diciptakan untuk menghadapi zaman lain yang berbeda. (hal. 104)
Di balik penghormatan Nabi SAW kepada hak anak, ada kebaikan yang sangat besar. Ketika hak mereka dijaga, mereka akan belajar menemukan rasa aman. Mereka juga belajar menghormati hak orang lain. Inilah jalan yang memudahkan mereka untuk mengalah secara sadar dengan memberikan haknya kepada orang lain. (hal. 201)
Deskripsi :
Judul : Saat Berharga untuk Anak Kita
Penerbit : Pro-U Media
Penulis : Muhammad Fauzil Adhim
Ukuran : 14 x 20 cm
Halaman : 277 halaman
Cover : SC
ISBN : 979-1273-54-5
Cetakan Kedua, April 2010
Sinopsis :
Cair, mengalir dan akrab.
Ditulis dengan gaya khas Fauzil Adhim yang renyah dan lincah, buku ini bukan hanya sekedar menyajikan cara praktis mengasuh anak, lebih dari itu kaya dengan sentuhan hikmah. Ada renungan yang mencerahkan, ada saran yang mudah dicerna, dan ada pemaparan yang menggugah. Pengalaman Fauzil Adhim memberi konsultasi kepada para orangtua membuat kita menemukan banyak sekali contoh aktual yang nyata terjadi dan boleh jadi sering kita lakukan.
Melalui buku ini kita akan diajak untuk bisa berada di titik jernih sebagai orangtua. Kejernihan emosi inilah yang akan sangat membantu kita untuk mampu bersikap tepat terhadap anak dan menjadikan masa kecil mereka bahagia dan bermakna.
Buku ini menekankan betul bagaimana menjadikan masa kecil anak-anak kita sebagai saat paling berharga untuk membangun kedekatan emosi, menciptakan pola komunikasi antara orangtua dan anak sebagai saluran untuk mengisi ruang jiwa mereka, juga tentang pentingnya menata niat kita dalam mendidik anak. Sebab semuanya bermula dari niat. Melalui buku ini, Fauzil juga mengajak kita untuk lebih jernih melihat masa depan anak. Sesungguhnya, anak-anak kita dilahirkan untuk zaman yang akan datang. Karenanya, mereka harus kita beri bekal yang tepat. Mereka juga harus memiliki jiwa yang kuat.
DAFTAR ISI :
Iftitah : Mengisi Ruang Jiwa Anak Kita ... 11
Semuanya Bermula dari Niat ... 19
1. Kitalah yang akan Ditanya ... 20
2. Alangkah Sia-sia ... 30
Membangun Jiwa Anak ... 41
1. Saat Berharga untuk Anak Kita ... 42
2. Tersenyumlah Anakku Sayang ... 51
3. Maafkanlah, Sayang ... 63
4. Qulan Sadidan ... 74
5. Menghormati Hak Anak ... 86
6. Lupa pada Jiwa ... 93
7. Anak-Anak yang Gersang Jiwanya ... 103
8. Empeng ... 113
9. Bekerja untuk Berbagi ... 122
10. Gembira Menyambut Ramadhan ... 131
Titip Rindu Buat Anak ... 137
1. Berada di Titik Jernih ... 138
2. Izinkan Bapak Mencoba ... 147
3. Membeli Rasa Rindu ... 157
4. Pesan ini Nak, Kutulis Untukmu ... 165
5. Mendurhakai Anak ... 175
Menghukum dengan Kasih Sayang ... 185
1. Orangtua Sumbu Pendek ... 186
2. Ketika Harus Menghukum Anak ... 198
3. Cara Bijak Memarahi Anak ... 208
4. Katakan Tidak Pada Anak ... 216
5. Senada Menghadapi Anak ... 225
Mempersiapkan Masa Depan Anak ... 235
1. Hari-Hari Mendatang Anak Kita ... 236
2. Apa yang Akan Kita Wariskan? ... 244
3. Memenjarakan Anak Dengan Kebebasan ... 253
4. Memberi Ruang untuk Mencoba ... 263
5. Merangsang Kepekaan Anak untuk Menolong ... 271
Tidak ada komentar:
Posting Komentar