Minggu, 15 September 2019

Tren Pluralisme Agama

Tinjauan Kritis


Dalam bukunya, Anis mengutip definisi populer dari Pluralisme Agama yang dirumuskan John Hick: “…pluralisme agama adalah suatu gagasan bahwa agama-agama besar dunia merupakan persepsi dan konsepsi yang berbeda tentang, dan secara ertepatan merupakan respon yang beragam terhadap, Yang Real atau Yang Maha Agung dari dalam pranata kultural manusia yang bervariasi; dan bahwa transformasi wujud manusia dari pemusatan-diri menuju pemusatan-Hakikat terjadi secara nyata dalam setiap masing-masing pranata kultural manusia tersebut –dan terjadi, sejauh yang dapat diamati, sampai pada batas yang sama.”

Dengan kata lain, Hick ingin menegaskan bahwa sejatinya semua agama adalah merupakan manifestasi-manifestasi dari realitas yang satu.

Dengan demikian, semua agama sama dan tak ada yang lebih baik dari yang lain.

Sangat jelas, rumusan Hick tentang pluralisme agama di atas adalah berangkat dari pendekatan substantif, yang mengungkung agama dalam ruang (privat) yang sangat sempit, dan memandang agama lebih sebagai konsep hubungan manusia dengan kekuatan sakral yang transendental dan bersifat metafisik ketimbang sebagai suatu sistem sosial.

Dengan demikian telah terjadi proses pengebirian dan “reduksi” pengertian agama yang sangat dahsyat. Sesungguhnya, pemahaman agama yang reduksionistik inilah yang merupakan “pangkal permasalahan” sosio-teologis modern yang sangat akut dan kompleks yang tak mungkin diselesaikan dan ditemukan solusinya kecuali dengan mengembalikan “agama” itu sendiri ke habitat aslinya, ke titik orbitnya yang sebenarnya, dan kepada pengertiannya yang benar dan komprehensif, tak reduksionistik.

Tetapi sungguh mengejutkan, menurut Anis, ternyata “pemahaman reduksionistik” inilah justru yang semakin populer dan bahkan diterima di kalangan para ahli dari berbagai disiplin ilmu dan pemikiran yang berbeda, hingga menjadi sebuah fenomena baru dalam dunia pemikiran manusia yang secara diametral berbeda dengan apa yang sudah dikenali secara umum.

**********************************************

Tren Pluralisme Agama ini, tidak saja turut memperkaya khazanah intelektual keislaman dan keagamaan pada umumnya, tetapi juga sekaligus turut memperkuat harian sarjana-sarjana muslim yang menaruh peduli terhadap bidang studi perbandingan agama yang dewasa ini makin diminati banyak orang. Pendekatannya yang bersifat kesejarahan (historical approach), metodologinya yang berbentuk perbandingan (comparalive methodology) dan analisisnya yang objektif (objective commentary), memberikan kesan kuat bahwa penulisnya adalah seorang ilmuwan yang benar-benar mumpuni dalam bidang ilmu perbandingan agama (muqaranab al-adyan).
Prof. Dr. Amin Suma: Guru Besar Tafsir Al-Qur'an, UIN-Jakarta

Karya Dr. Anis Malik Thoha ini akan menunjukkan mata hati kita, siapa sesungguhnya yang telah berusaha melakukan korupsi terhadap esensi agama dan keimanan. Pluralisme mengajak kepada pencampuradukan beberapa agama dan berusaha mengaburkan antara haq dan batil. Karena itu, amat urgent bagi umat Islam membaca karya penting ini, agar kita tidak tertipu agama-agama palsu yang sering tampak indah dalam ucapan dan kata-kata.
Prof. Dr. HM. Roem Rowi: Guru Besar Tafsir Al-Qur'an, IAIN Sunan Ampel Surabaya

Melalui Disertasi Doktornya di HUI Pakistan ini, Dr. Anis Malik Thoha telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam bidang studi agama dan dakwah Islam. Ia berhasil membuktikan seara ilmiah dan komprehensif bahwa Pluralisme Agama adalah sebuah "agama baru" yang destruktif terhadap semua agama
Adian Husaini, Kandidat Doktor bidang Islamic Civilization di ISTAC-HUM, Kuala Lumpur



Deskripsi :

Judul : Tren Pluralisme Agama
Judul Asli : -
Penerbit : Perspektif
Penulis : DR. Anis Malik Thoha
Ukuran : 16 x 23.5 cm
Halaman : x + 298 hal
Cover : HC
ISBN : 979-99281-3-3

Cetakan Kedua, Februari 2006


DAFTAR ISI :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ibadah Sepenuh Hati

Ibadah itu nikmat! Dalam lantunan surat Al-Fatihah, terjadi dialog syahdu antara seorang hamba dengan Rabbnya. Di kegelapan yang hening, ter...