Minggu, 01 September 2019

Hidup Rukun dengan Ibu Mertua


Sudah rahasia umum hubungan menantu wanita dengan ibu mertuanya seringkali tidak harmonis. Terlebih bagi mereka yang tinggal satu atap. Mertua menganggap menantunya tak becus mengurus rumah tangga; sementara menantu, merasa mertuanya terlalu ikut campur urusan keluarganya.

Masalah klasik seperti ini semestinya tak perlu terjadi bila keduanya dapat berkomunikasi dengan baik, dan pandai menempatkan diri dengan baik. Di mata menantu, mertua adalah orang tua suami tercinta -yang juga wajib dihormati layaknya orang tua sendiri; sementara bagi mertua, menantu adalah kekasih hati sang anak- yang wajib disayang layaknya anak sendiri.

Selain memotret hubungan menantu-mertua, buku ini menawarkan segudang tips dan trik agar komunikasi kedua belah pihak berjalan harmonis. Bagi anda yang tak mempunyai masalah hubungan dengan mertua, buku ini akan menambah rasa sayang terhadap mereka. Tak lupa, hubungan dengan saudara ipar -yang seringkali bermasalah- juga disorot penulis. Jadi, jangan kaget bila selepas membaca buku ini, anda dinobatkan sebagai menantu teladan di mata keluarga pasangan anda!

Beberapa Tips agar bisa hidup rukun dengan ibu mertua
  • Buanglah jauh-jauh prasangka negatif terhadap ibu mertua. Posisikan ibu mertua layaknya ibu sendiri. Jika suatu ketika ibu mertua melakukan kesalahan, sikapilah seperti kita bersikap kepada ibu sendiri.
  • Bila Anda kesal atau memiliki masalah dengan ibu mertua, cobalah melihat dari sudut pandang suami. Suami sebenarnya berada di dua pilihan. Jika dia membela Anda, ibunya tentu akan menganggapnya sebagai anak yang tidak menuruti orangtua. Tapi kalau dia membela ibunya, Anda akan kesal dan mengira suami sudah tidak cinta lagi. Untuk itulah Anda harus berusaha menempatkan diri pada posisi suami. Sebelum Anda minta suami melakukan sesuatu atas sikap ibunya, pikirkan dulu apa yang Anda akan buat jika menghadapi situasi tersebut. Bagaimana jika ternyata sikap menjengkelkan itu dilakukan ibu Anda? Sekali lagi, pikirkan dulu baik-baik sebelum berbuat suatu hal yang bisa memperburuk hubungan.
  • Berusaha untuk tidak menceritakan setiap hal yang terjadi antara Anda dengan ibu mertua kepada suami.
  • Biasakan bangun pagi sebelum mertua Anda bangun. Lakukan pekerjaan rumah yang bisa Anda lakukan. Dengan demikian mertua Anda akan menganggap Anda adalah menantu yang rajin bangun pagi dan rajin membantu pekerjaan rumah. Hal ini yang memberikan nilai lebih untuk diri Anda sendiri dan pastinya disayang mertua.
  • Bantulah suami Anda untuk menjadi orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Nasehatilah ia agar senantiasa melakukan hal tersebut. Sesungguhnya, bakti Anda pada ibu mertua adalah keberkahan bagi Anda. Jika ibu mertua Anda mendapati anak laki-lakinya (suami) yang membuat Anda marah, ia akan mencegah dan membantu membuat Anda kembali damai dan rukun.
  • Jangan mengomentari suami ketika ia mempersembahkan hadiah untuk ibunya. Sebaliknya, bantulah ia agar semakin sering memberikan hadiah. Atau kalau bisa, cobalah untuk memberikan hadiah khusus untuk ibu mertua. Sesekali ajaklah makan bersama di luar rumah atau membelikan oleh-oleh ketika bepergian ke luar kota. Walaupun tidak mahal, tetapi paling tidak memperlihatkan bahwa Anda perhatian terhadap beliau.
  • Adapun jika ibu mertua benar-benar memiliki sifat yang bakhil (pelit), hendaknya istri tidak terlalu sering memberitahu ibu mertua tentang sebagian besar interaksi keuangannya. Hendaknya ia tidak terlalu sering membicarakan jumlah uang yang dibelanjakan, baik untuk pakaian maupun yang lain.
  • Ajarilah anak-anak agar mereka mau mencintai, menyayangi, mentaati, dan menghormati neneknya. Ajaklah mereka untuk selalu mengunjunginya dan jangan jauhkan neneknya dari mereka. Ajarkan kepada mereka tata cara dan adab berkunjung kepada neneknya.
  • Terakhir, hendaklah para istri memahami bahwa suatu saat mereka juga akan menjadi ibu mertua. Oleh karena itu, hendaklah mereka selalu berinteraksi dengan baik terhadap ibu mertuanya.

 


Deskripsi :

Judul : Hidup Rukun dengan Ibu Mertua
Judul Asli : Kaifa Taksibina Hamataki
Penerbit : Aqwam
Penulis : Muhammad al-Qadhi
Ukuran : 14 x 20.5 cm
Halaman : 149 hal
Cover : SC
ISBN : 978-979-039-003-4

Cetakan Kedua, Agustus 2010


DAFTAR ISI :

BAB I MENIKAH ITU NIKMAT ... 15

Hikmah Menikah ... 15
Memilih Calon Pasangan Yang Baik ... 19
Mahram karena Pernikahan ... 26
Beberapa Istilah Kebahasaan ... 32
Seluk-Beluk Ibu Mertua ... 34
- Ada Apa dengan Ibu Mertua? ... 34
- Pandangan para Psikolog dan Sosiolog ... 38
  - Perasaan Suami atau Istri ... 38
  - Perasaan Ibu Mertua ... 40

Sumber Timbulnya Problematika ... 41
- Ibu Mertua ... 41
- Saudara Ipar ... 48
- Istri ... 54
- Suami ... 66

BAB II FAKTOR PEMICU KONFLIK ... 73

Menikahi Wanita yang Tidak Disetujui OrangTua ... 74
Buah Hati Tidak Kunjung Tiba ... 78
Tinggal Seatap dengan Keluarga Ipar ... 85
Ibu Mertua Pelit, Istri Glamour ... 86
Istri Menyia-nyiakan Kewajiban ... 89
Pikiran Dipenuhi Cerita Bohong ... 91
Perbedaan Lingkungan dan Gaya Hidup ... 93
Kecantikan Istri ... 97

BAB III RUKUN DENGAN IBU MERTUA ... 101

Mertuaku adalah Malaikat ... 101
Menagis Karena Kematian Ibu Mertua ... 103
Kisah Seorang Wanita Inggris ... 106
Kisah Seorang Wanita Perancis ... 108

BAB IV TIPS DISAYANG IBU MERTUA ... 111

Ucapkan Kata-Kata yang Baik ... 111
Jangan Ucapkan, "Kamu Memilih Istrimu atau Ibumu?" ... 115
Posisikan seperti Ibu Sendiri ... 117
Berilah Hadiah ... 118
Kunjungilah ... 120
Mintalah Nasihat ... 121
Bahagiakanlah Hati Suami ... 122
Mintalah Pendapat dalam Memberi Nama Anak ... 123
Selalu Memberi Kabar ... 124

BAB V KELUARGA DALAM KHAZANAH MASYARAKAT TRADISIONAL ... 125

BAB VI KISAH MERTUA MENANTU DALAM SEJARAH ISLAM ... 131

Mertua yang Mengetahui Apa yang Dikagumi Lelaki ... 131
Wasiat Berharga dari Ibu Mertua ... 131
Kemuliaan Ibu Mertua Fatimah ... 133
Mertua dan Menantu yang Harmonis ... 135
Nasihat yangSangat Berharga ... 136
Ummu Rumah Ibu Mertua Rasulullah ... 136
Firasat Seorang ALim tentang Wanita Salehah ... 138
Perempuan yang Baik untuk Laki-laki yang Baik ... 142

BAB VII MEDIA INFORMASI DAN MERTUA ... 147


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ibadah Sepenuh Hati

Ibadah itu nikmat! Dalam lantunan surat Al-Fatihah, terjadi dialog syahdu antara seorang hamba dengan Rabbnya. Di kegelapan yang hening, ter...