Rasulullah SAW Bersabda:
“Tidaklah mata seseorang meneteskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka.”
Pada hadits yang lain beliau juga bersabda tentang sepasang mata yang takkan tersentuh api neraka, yaitu mata yang senantiasa menangis diwaktu malam karena takut kepada Allah, dan sepasang mata yang menjaga pasukan fi sabilillah di waktu malam.
Namun, meski ada jaminan indah seperti itu, tak banyak manusia yang menempuh jalan keselamatan tersebut. Kebanyakan lebih memilih tenggelam dalam hingar-bingar kehidupan dunia yang fana dan melalaikan.
ABUL FARAJ IBNUL JAUZI (508-597 H), salah seorang ulama dan penulis besar di abad pertengahan, menyajikan dengan indah fenomena "air mata" ini, yang bisa menjadi dinding bagi seorang mukmin dari api neraka. Dan buku ini menjadi semakin menarik karena penulisnya memang terkenal ahli dalam merangkai kata dan syair, baik di mimbar majelis ilmunya maupun di puluhan kitab yang ditulisnya. Imam adz-Dzahabi sampai menyebut Ibnul Jauzi sebagai "tokoh yang ahli dalam memberi nasihat dan penuh karisma". Kalimat-kalimatnya bernilai seni tinggi.
Sebagai ulama, Ibnul Jauzi banyak melahirkan karya besar di bidang hadits, fikih, tafsir, sejarah, dan penyucian hati.
Deskripsi :
Judul : Padamkan Api Neraka dengan Air Matamu
Judul Asli : -
Penerbit : Khatulistiwa Press
Penulis : Ibnul Jauzi
Ukuran : 14 x 21 cm
Halaman : xvi + 320 hal
Cover : SC
ISBN : 978-602-99199-2-9
Cetakan Pertama, Agustus 2011
DAFTAR ISI :
Pengantar Penerbit ... ix
Kata Pengantar Pentakhrij ... xi
Tentang Penulis ... xiii
Pendahuluan ... 1
- Bab I : Air Mata Rindu ... 15
- Bab II : Akhir Hidup Para pecinta ... 31
- Bab III : Jalan Orang-Orang yang Tobat ... 39
- Bab IV : Jangan Tenggelam dalam Kelalaian ... 47
- Bab V : Akibat Cinta Dunia ... 55
- Bab VI : Perindu dan Pecinta Allah ... 61
- Bab VII: Zuhud Dunia ... 69
- Bab VIII: Malaikat dan kematian ... 79
- Bab IX : Perjalanan Panjang Menjauhi Dunia ... 87
- Bab X : Ahli Ibadah Tak Pernah Merasa Sendiri ... 95
- Bab XI : Mengabdi dengan Penuh Kerinduan ... 101
- Bab XII: Manisnya Hidup Zuhud dan Tahajud ... 109
- Bab XIII: Dosa, Musibah Terbesar ... 115
- Bab XIV: Orang Alim yang Murtad ... 125
- Bab XV : Juallah Duniamu dengan Akhiratmu ... 135
- Bab XVI : Bekalilah Dirimu dengan Ketaatan ... 145
- Bab XVII: Menghadapi Nikmat Dunia ... 153
- Bab XVIII: Singkirkan Kelalaian ... 157
- Bab XIX : Minuman dari Pondok Cinta ... 167
- Bab XX : Jangan Sia-Siakan Cinta allah Padamu ... 177
- Bab XXI : Tanda Cinta kepada Allah ... 185
- Bab XXII: Sering-Seringlah Meminta Maaf ... 195
- Bab XXIII: Bertobatlah selagi Muda ... 205
- Bab XXIV: Karamah bagi Orang Saleh ... 215
- Bab XXV: Tobat dan Menjauhi Maksiat ... 223
- Bab XXVI: Nikmatnya Hidup dalam Tobat ... 231
- Bab XXVII: Jauhi Zina ... 239
- Bab XXVIII: Tahan Lidahmu ... 253
- Bab XXIX : Jauhi Ghibah dan Namimah ... 263
- Bab XXX : Ghibah dan Penyakit-Penyakit Hati Lainnya ... 273
- Bab XXXI: Berkata Baik atau Diam ... 285
- Bab XXXII: Jauhi Riba, Makanan Haram, dan Perbuatan Jahat Lainnya ... 299
Tidak ada komentar:
Posting Komentar