“Suatu karya yang tidak dapat lahir kecuali dari seseorang yang memiliki
framework yang jelas. Pendekatannya mengesankan seperti anti-Barat dan
antikemapanan, padahal ini adalah upaya riil untuk berubah dan mengubah
diri dari kondisi yang selama ini terhegemoni oleh framework dan
worldview orientalis dan Barat.” - Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil.
(Direktur INSISTS)
Penulis buku Orientalisme & Diabolisme Pemikiran ini mengkritik para orientalis yang ‘senang’ mempertanyakan otentisitas Al-Qur’an. Penulis misalnya menyatakan, “Orientalis, semacam Jeffery, Wansbrough, bertolak dari asumsi yang keliru, menganggap al-Qur’an sebagai ‘dokumen tertulis’ atau teks, bukan sebagai ‘hafalan yang dibaca’ atau recitatio. Dengan asumsi yang keliru ini (yakni, memperlakukan Al-Qur’an sebagai karya tulis; taking “The Qur’an as Text”) mereka lantas mau menerapkan metode-metode filologi yang lazim digunakan dalam penelitian Bible, seperti historical criticism, source criticism, form criticism, dan textual criticism. Akibatnya, mereka menganggap Al-Qur’an sebagai karya sejarah (historical product), sekedar rekaman situasi dan refleksi budaya Arab abad ke-7 dan 8 Masehi.” Sebelumnya beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an pada dasarnya bukanlah ‘tulisan’ (rasm atau writing) tetapi merupakan ‘bacaan’ (qira’ah atau recitation) dalam arti ucapan dan sebutan. Proses pewahyuan Al-Qur’an maupun cara penyampaian, pengajaran dan periwayatannya dilakukan melalui lisan dan hafalan, bukan tulisan. Sejak zaman dahulu, yang dimaksud dengan ‘membaca’ Al-Qur’an adalah ‘membaca dari ingatan’ (qara’a ‘an zhahri qalbin atau to recite from memory). Tulisan hanya merupakan penunjang.
***********************************************
Penulis buku Orientalisme & Diabolisme Pemikiran ini mengkritik para orientalis yang ‘senang’ mempertanyakan otentisitas Al-Qur’an. Penulis misalnya menyatakan, “Orientalis, semacam Jeffery, Wansbrough, bertolak dari asumsi yang keliru, menganggap al-Qur’an sebagai ‘dokumen tertulis’ atau teks, bukan sebagai ‘hafalan yang dibaca’ atau recitatio. Dengan asumsi yang keliru ini (yakni, memperlakukan Al-Qur’an sebagai karya tulis; taking “The Qur’an as Text”) mereka lantas mau menerapkan metode-metode filologi yang lazim digunakan dalam penelitian Bible, seperti historical criticism, source criticism, form criticism, dan textual criticism. Akibatnya, mereka menganggap Al-Qur’an sebagai karya sejarah (historical product), sekedar rekaman situasi dan refleksi budaya Arab abad ke-7 dan 8 Masehi.” Sebelumnya beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an pada dasarnya bukanlah ‘tulisan’ (rasm atau writing) tetapi merupakan ‘bacaan’ (qira’ah atau recitation) dalam arti ucapan dan sebutan. Proses pewahyuan Al-Qur’an maupun cara penyampaian, pengajaran dan periwayatannya dilakukan melalui lisan dan hafalan, bukan tulisan. Sejak zaman dahulu, yang dimaksud dengan ‘membaca’ Al-Qur’an adalah ‘membaca dari ingatan’ (qara’a ‘an zhahri qalbin atau to recite from memory). Tulisan hanya merupakan penunjang.
Buku Orientalis & Diabolisme Pemikiran ini menyajikan pembahasan yang sistematis. Pada bab pertama diuraikan gambaran umum tentang bagaimana posisi orientalis terhadap kajian keislaman, mencakup Al-Quran, hadits Nabi saw, teologi Islam, serta sufisme. Bab II mencakup tantangan ideologi global, khususnya Indonesia, seperti liberalisme, pluralisme agama, sekuralisme, feminisme dan isu gender, legitimasi fatwa MUI, rasisme, dan tirani di balik seni. Wacana keislaman mutakhir juga dijelaskan secara gamblang di bab selanjutnya, menjelaskan "senjata" kaum orientalis dalam menghancurkan Islam dan pada bab terakhir, penulis meluruskan statement negatif tentang sebagian ulama seperti Ibnu Arabi dan Ibnu Sina, juga memberikan amunisi bagi pembaca untuk mempertahankan kesehatan logika.
Dengan penguasaannya terhadap berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Greek, Latin, Jerman, Prancis, Hebrew dan Syriac serta pengalaman studi Ph.D. ke-2 beliau di Orientalisches Seminar, Johann Wolfgang Goethe Universitat Frankfurt, Jerman, maka keilmiahan dan obyektifitas buku ini tak perlu diragukan lagi.
Deskripsi :
Judul : Orientalis & Diabolisme Pemikiran
Judul Asli : -
Penerbit : Gema Insani Press
Penulis : DR. Syamsuddin Arif
Ukuran : 15.5 x 23.5 cm
Halaman : x + 342 hal
Cover : HC
ISBN : 978-979-077-062-1
Cetakan Pertama, Februari 2008
DAFTAR ISI :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar