Selasa, 03 September 2019

Journey to Damascus (Buku 04)


TETRALOGI BUMI DAMASKUS.....

Menakjubkan!! Ternyata banyak sekali nubuwat Rasulullah yang telah terjadi di sepanjang Abad-21. Berbagai kejadian besar itu semakin menambah daftar bukti atas kebenaran nubuwat beliau. Nubuwat tentang kedatangan Amerika yang akan menguasai minyak-minyak Saudi, tentang invasi Bani Qanthura ke negeri Irak, tentang boikot bangsa Rum atas Irak, Mesir dan Damaskus, tentang perang umat Islam melawan India, tentang Palestina yang akan menjadi bumi ribath hingga akhir zaman, tentang kemunculan Ash-habu Rayati Suud dari Khurasan, tentang murtadnya bangsa Arab di akhir zaman, tentang al-malhamatul kubra—perang terdahsyat umat Islam melawan Eropa—yang akan terjadi setelah kemunculan Al-Mahdi, dan berbagai peristiwa menakjubkan lainnya; semuanya telah diberitakan oleh Rasulullah dalam nash-nash yang shahih. Bahkan berita tentang kehancuran Amerika dan Eropa secara tersirat juga telah dijelaskan oleh Rasulullah.

************************************************

Journey to Damascus (Buku 04)

Perjalanan Menuju Negeri Akhir Zaman


Belajar futuristik tentang negeri Syam, dengan hanya berbekal informasi nubuwat akhir zaman, boleh jadi akan mengantarkan kita pada kesimpulan yang bias. Bukan karena nubuwat-nubuwat Rasulullah SAW tentang bumi Syam itu kurang memadai atau tidak mewakili. Namun, pengetahuan kita tentang sejarah panjang negeri Syam baik pra datangnya Islam atau pasca wafatnya Rasulullah adalah hal yang sangat penting untuk memahami berbagai persoalan tentang negeri Syam. Terlebih bila kita menyaksikan kenyataan yang teramat pedih dan memilukan tentang kondisi Suriah hari ini. Maka, pengetahuan kita akan historis negeri Syam akan menyampaikan kita bahwa kenyataan negeri Suriah hari ini memang tidak bisa dipisahkan dari sejarah panjang negeri tersebut, baik secara psikologis maupun tabiat dan karakternya. karenanya bila pada tiga buku sebelumnya tetralogi Damaskus lebih banyak bercerita tentang masa depan bumi Damaskus dan negeri Syam secara umu, maka Journey to Damascus menyajikan sesuatu yang berbeda. Buku ini justru bergerak dari belakang. berangkat dari sejarah masa silam. Dan, inilah yang paling mendebarkan; para pembaca akan diajak untuk berkelana dan mengembara ke berbagai sudut negeri Damaskus dan seakan-akan terlibat langsung dan mengikuti perjalan panjang para pelaku sejarahnya. Journey to Damascus, yang makna harfiah-nya adalah PERJALANAN MENUJU DAMASKUS, hanyalah ikon judul saja. sebab, sejatinya buku ini bukan hanya bertutur tentang Damaskus, melainkan keseluruhan wilayah negeri Syam yang meliputi Palestina, Lebanon, Yordania, dan Suriah. Bahkan, mungkin juga dengan negeri-negeri di sekitarnya. Sisipan kisah sebagian relawan yang dimuat di buku ini semakin memperkaya pengetahuan kita tentang kondisi riil negeri Syam. kisah-kisah para relawan itu menjadi jembatan yang menghubungkan sejarah masa silam dengan realita kekinian yang mereka saksikan langsung dengan mata kepala. Bahwa apa yang banyak disabdakan oleh Rasulullah SAW sungguh bukan sekedar cerita atau dongeng semata. SEmoga buku ini akan membuka banyak mata umat Islam untuk mau lebih peduli akan nasib negeri Syam, negeri akhir zaman yang dijanjikan banyak kemuliaan. Amiin.


========

GMTNews- Penduduk Syam senantiasa berada di atas al-haqq yang dominan hingga datang Kiamat. “Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan perintah Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang keputusan Allah, dan mereka senantiasa dalam keadaan demikian. Mu’adz berkata: dan mereka ada di Syam.“ (HR.Bukhari)  “Jika penduduk Syam rusak agamanya maka tak tersisa kebaikan di tengah kalian. Akan selalu ada satu kelompok dari umatku yang dimenangkan oleh Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang hari Kiamat Doa Nabi saw meminta barokah untuk negeri Syam, dan harapan Nabi saw agar penduduknya dihindarkan dari keburukan dan musibah. Ya Allah, berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat masih bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah saw menjawab: Di sana (nejed) terjadi gempa dan huru-hara, dan di sana muncul dua tanduk syetan. (HR. Bukhari) Catatan: yang dimaksud dengan Nejed dalam hadits ini adalah Iraq.

Penduduk Syam diuji oleh Allah dengan penyakit tho’un (wabah pes) agar mendapat syahadah dan rohmat. “Jibril datang kepadaku dengan membawa demam dan pes, aku menahan demam di Madinah dan aku lepaskan pes untuk negeri Syam, karena meninggal karena pes merupakan mati syahid bagi umatku, rahmat bagi mereka, sekaligus kehinaan bagi kaum kafir.” (HR. Imam Ahmad) Negeri Syam dinaungi sayap malaikat rahmat “Beruntunglah negeri Syam. Sahabat bertanya: mengapa ? Jawab Nabi saw: Malaikat rahmat membentangkan sayapnya di atas negeri Syam.” (HR. Imam Ahmad)  Syam adalah negeri iman dan Islam saat terjadi huru-hara dan peperangan dahsyat. “Aku bermimpi melihat tiang kitab (Islam) ditarik dari bawah bantalku, aku ikuti pandanganku, ternyata ia adalah cahaya sangat terang hingga aku mengira akan mencabut penglihatanku, lalu diarahkan tiang cahaya itu ke Syam, dan aku lihat bahwa bila fitnah (konflik) terjadi maka iman terletak di negeri Syam.” Syam merupakan pusat negeri Islam di akhir zaman “Salamah bin Nufail berkata: aku datang menemui Nabi saw dan berkata: aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi perang. Nabi saw menjawab: Sekarang telah tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rizki dari mereka (berupa ghanimah) hingga datang keputusan Allah (Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.” (HR. Imam Ahmad)  Syam merupakan benteng umat Islam saat terjadinya malhamah kubro (perang dahsyat akhir zaman) “Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata: Aku menemui Nabi saw lalu aku ucapkan salam. Nabi saw: Auf ? Aku: Ya, benar. Nabi saw: Masuklah. Aku: Semua atau aku sendiri? Nabi saw: Masuklah semua. Nabi saw: Wahai Auf, hitung ada enam tanda Kiamat. Pertama, kematianku. Aku: Kalimat Nabi saw ini membuatku menangis sehingga Nabi saw membujukku untuk diam. Aku lalu menghitung: satu. Nabi saw: Penaklukan Baitul Maqdis. Aku: Dua. Nabi saw: Kematian yang akan merenggut umatku dengan cepat seperti wabah kematian kambing. Aku: Tiga. Nabi saw: Konflik dahsyat yang menimpa umatku. Aku: Empat. Nabi saw: Harta membumbung tinggi nilainya hingga seseorang diberi 100 dinar masih belum puas. Aku: Lima. Nabi saw: Terjadi gencatan senjata antara kalian dengan Bani Ashfar (bangsa pirang), lalu mereka mendukung kalian dengan 80 tujuan. Aku: Apa maksud tujuan? Nabi saw: Maksudnya panji. Pada tiap panji terdisi dari 12.000 prajurit. Benteng umat Islam saat itu di wilayah yang disebut Ghouthoh, daerah sekitar kota Damaskus.” (HR. Imam Ahmad) Catatan: Daerah bernama Ghauthah masih ada hingga kini, tak berobah namanya, dan letaknya memang dekat Damaskus.

Pasukan terbaik akhir zaman ada di Syam dan Allah menjamin kemenangan mereka. “Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi saw: Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.” (HR. Imam Ahmad)  Kematian Dajjal terjadi di Syam “Al-Masih Dajjal akan datang dari arah timur, ia menuju Madinah, hingga berada di balik Uhud, ia disambut oleh malaikat, maka malaikat membelokkan arahnya ke Syam, di sana ia dibinasakan, di sana dibinasakan.” (HR. Imam Ahmad) “Dajjal akan keluar di tengah Yahudi Asfahan hingga mencapai Madinah, ia singgah di perbatasannya, saat itu Madinah memiliki 7 pintu pada tiap pintu dijaga oleh 2 malaikat, maka penduduk Madinah yang jahat bergabung dengan Dajjal, hingga bila mereka mencapai pintu Ludd, Isa as turun lalu membunuhnya, dan sesudah itu Isa as hidup di dunia 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan hakim yang bijak.” (HR. Imam Ahmad)  Syam adalah negeri titik temu dan titik tolak “Kalian akan dikumpulkan di sana – tangannya menunjuk ke Syam – jalan kaki atau naik kendaraan maupun berjalan terbalik (kepala di bawah) … “(HR. Imam Ahmad)

“Maimunah bertanya kepada Nabi saw: Wahai Nabi Allah, jelaskan kepada kami tentang Baitul Maqdis. Maka Nabi saw menjawab: Dia adalah negeri titik bertolak dan titik berkumpul, datanglah ke sana dan sholatlah di sana, karena sholat di sana bernilai 1000 kali sholat di tempat lain.” (HR. Ahmad)



Deskripsi :

Judul : Journey to Damascus (Buku 04)
Judul Asli : -
Penerbit : Granada Mediatama
Penulis : Abu Fatiah Al-Adnani
Ukuran : 14 x 20.5 cm
Halaman : 384 hal
Cover : SC
ISBN : 978-979-3693-16-3

Cetakan Pertama, Juni 2014


DAFTAR ISI :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ibadah Sepenuh Hati

Ibadah itu nikmat! Dalam lantunan surat Al-Fatihah, terjadi dialog syahdu antara seorang hamba dengan Rabbnya. Di kegelapan yang hening, ter...