Deskripsi :
Judul : Lidah Tidak Bertulang
Judul Asli :
Penerbit : Tarbawi Press
Penulis : Edi Santoso
Ukuran : 13 x 19 cm
Halaman : x + 223 halaman
Cover : SC
ISBN : 978-602-9013-05-4
Cetakan kedua, Oktober 2013
Sinopsis :
Jika kita sepakat bah wa komunikasi berarti interaksi, maka praktik komunikasi tak akan pernah bebas nilai. Ketika orang berinteraksi, apa pun bentuknya, maka selalu ada problem etis. Selalu ada pertanyaan tentang baik-buruk, benar-salah, atau tepat-0tidak tepat. Di situlah nilai, apa pun wujudnya, selalu berbicara. Nilai selalu menjadi rujukan, demi praktik komunikasi yang mendukung harmoni dalam kehidupan sehari-hari.
Selama kita masih terus berkomunikasi, maka persoalan etika tak akan ada habisnya. Selalu ada potret baru masalah etis, meskipun dengan pola lama, dalam kehidpan kita sehari-hari. Buku ini ingin mencoba menangkapnya, sebagian kecil saja, bagaimana masalah-masalah itu menyapa kita. Buku ini tak membahas teori atau konsep-konsep etika komunikasi, tapi semata menuajikan sedikit potret dinamika etika komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Pasti banyak kelemahan dan kekurangan, tetapi semoga ada manfaatnya. Semoga kita semakin arif dalam berperan sebagai pertisipan komunikasi dalam level apapun.
Daftar Isi :
Bab I Etika Komunikasi dalam Sikap Diri
Lidah Tak Bertulang ... 3
The Test of Three ... 8
Membohongi Kebohongan ... 13
Suatu Waktu, Diamlah! ... 18
Pertaruhan Kredibilitas ... 22
Berawal dari Mata ... 27
Belajar Mendengar ... 31
Terus Terang Tak Selalu Terang Terus ... 36
Rasa Ingin Tahu ... 41
Bab II Etika Komunikasi dalam Interaksi
Aku Oke, Kamu Oke ... 49
Dekat di Mata Kadang Jauh di Hati ... 54
Bagaiomanapun, Dialog Lebih Baik ... 59
Dari Hati ke Transaksi ... 63
High Context, Low Content ... 68
Interaksi, Variasi, dan Harmoni ... 73
Investasi Emosi ... 78
Memahami 'Jarak' dalam Komunikasi ... 83
Menikmati Konflik ... 87
Tragedi Konklusi ... 92
Tell Your Teen You Love Them ... 96
Orang Selalu Berharap ... 100
Menyelamatkan Wajah ... 105
Bab III Etika Komunikasi dalam Media Massa
Ketika Komentar Menjadi Kabar ... 111
Bad News, Good News ... 116
Pasar yang Meresahkan ... 121
Subjektivitas yang Objektif ... 126
'Menghakimi' Isi Media ... 130
Keterbatasan Media ... 135
'Membaca' Televisi ... 140
Kebebasan yang Membebaskan ... 145
Cerdas Membaca Hiperrealitas ... 149
'Melawan' Agenda Media ... 154
Bab IV Etika Komunikasi dalam Narasi
Makhluk Naratif ... 161
Takdir Kata-kata ... 166
Membaca Bahasa Cinta ... 171
Mempertanyakan Pertanyaan ... 176
Suara-Suara yang Terbungkam ... 180
Informasi dan Pengetahuan ... 185
Bukan Obat Mujarab ... 190
Bab V Etika Komunikasi dalam Teknologi
Teknologi Semestinya Mendekatkan ... 197
Tak Sekedar Terkoneksi ... 202
Mental Dulu, Adopsi Kemudian ... 207
Kemudahan yang Menyulitkan ... 212
Kecepatan Minus Kebenaran ... 217
Tentang Penulis ... 222
Tidak ada komentar:
Posting Komentar