Al Muwaththa' adalah kitab hadits yang tersusun berdasarkan urutan bab-bab fiqih dan mencakup hadits-hadits marfu', mauquf dan maqthu'.
Ada beberapa kitab hadits yang tersusun menjadi bentuk Al Muwaththa, diantaranya yang terkenal adalah kitab Al Muwaththa' karya Imam Malik bin Anas Al Madani -rahimahullah- ( w 179 H), Al Muwaththa' karya Ibnu Abi Dzi'b Al Madani -rahimahullah-(w 158 H) , dan Al Muwaththa karya Abu Muhammad Al Marwazi -rahimahullah-( w 293 H) .
Diantara para ulama ada yang berpendapat dan menjadikan Kitab Al Muwatha Imam Malik sebagai salah satu dari bagian kutubus Sittah yakni Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan An Nasai, Sunan At Tirmidzi, dan Al Muwatha Imam Malik ( bukan Sunan Ibnu Majah) karena kandungan hadits dalam Al Muwatha Imam malik ini berisi hadits shahih lebih banyak, diantara ulama yang berpendapat demikian adalah Abu Hasan Ahmad bin Razin Al Abdari As Sarqasti -rahimahullah- ( w 535 H) dalam Kitabnya At Tajrid fil jam'i Baina Sihab. Pendapat ini juga diikuti oleh Abus Sa'adat Majdudin Ibnul Atsir Al jazairi As Syafii -rahimahullah- dikenal dengan Ibnu Atsir (w 606 H) dalam kitab beliau jami' Al ushul min Ahadits Ar Rasul, Az Zabidi Asy Syafii -rahimahullah- ( w 944 H) dalam kitabnya Taisirul Wusul.
Namun ada juga ulama yang berpendapat tidak memasukkan Al Muwatha Imam Malik ini dalam Kutubus Sittah karena sebagian besar hadits dalam Al Muwatha sudah tercakup dalam Kutubus Khamsah. Terlepas dari perbedaan pendapat para ulama tersebut, kehadiran edisi terjemahan dari Al Muwatha Imam Malik ini adalah sebuah karunia dari Alloh Azza wa Jalla yang Insya Allah memperkaya khazah keilmuan Ilmiyah Islamiyyah di Indonesia sehingga memudahkan kita para penuntut ilmu dalam mengenal, mempelajari mengamalkan hadits shahih tersebut.
Diantara para ulama ada yang berpendapat dan menjadikan Kitab Al Muwatha Imam Malik sebagai salah satu dari bagian kutubus Sittah yakni Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan An Nasai, Sunan At Tirmidzi, dan Al Muwatha Imam Malik ( bukan Sunan Ibnu Majah) karena kandungan hadits dalam Al Muwatha Imam malik ini berisi hadits shahih lebih banyak, diantara ulama yang berpendapat demikian adalah Abu Hasan Ahmad bin Razin Al Abdari As Sarqasti -rahimahullah- ( w 535 H) dalam Kitabnya At Tajrid fil jam'i Baina Sihab. Pendapat ini juga diikuti oleh Abus Sa'adat Majdudin Ibnul Atsir Al jazairi As Syafii -rahimahullah- dikenal dengan Ibnu Atsir (w 606 H) dalam kitab beliau jami' Al ushul min Ahadits Ar Rasul, Az Zabidi Asy Syafii -rahimahullah- ( w 944 H) dalam kitabnya Taisirul Wusul.
Namun ada juga ulama yang berpendapat tidak memasukkan Al Muwatha Imam Malik ini dalam Kutubus Sittah karena sebagian besar hadits dalam Al Muwatha sudah tercakup dalam Kutubus Khamsah. Terlepas dari perbedaan pendapat para ulama tersebut, kehadiran edisi terjemahan dari Al Muwatha Imam Malik ini adalah sebuah karunia dari Alloh Azza wa Jalla yang Insya Allah memperkaya khazah keilmuan Ilmiyah Islamiyyah di Indonesia sehingga memudahkan kita para penuntut ilmu dalam mengenal, mempelajari mengamalkan hadits shahih tersebut.
Pembahasan pada Jilid 1:
* Kitab Thaharah
* Kitab Shalat
* Kitab Jenazah
* Kitab Puasa
* Kitab I’tikaf
* Kitab Zakat
* Kitab Haji
* Kitab Kurban
* Kitab Aqiqah
* Kitab Sembelihan
* Kitab Binatang Buruan
* Kitab Minuman
* Kitab Jihad
* Kitab Nadzar Dan Sumpah
* Kitab Nikah
* Kitab Talak
* Kitab Penyusuan
Deskripsi :
Judul : Al Muwaththa' Imam Malik #1
Judul Asli : Al Muwaththa' lil Imam Malik
Penerbit : Pustaka Azzam
Penulis : Imam Malik bin Anas
Ukuran : 23,5 cm
Halaman : xx + 868 halaman
Cover : HC
ISBN : 979-26-6152-2
Cetakan Pertama, September 2006
Daftar Isi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar