Menjaga Kesegaran Rohani
Sejak era Nabi dan sahabatnya, hingga kurun kita sekarang - bahkan hingga Allah mewariskan dunia ini, amanah dakwah tidak sunyi dari aneka ragam gempuran, benturan dan rintangan, baik eksternal maupun internal. Dari hari ke hari, dari saat ke saat, bahkan dari generasi ke generasi, tantangan dan sandungan dakwah terus saja menghadang. Sedemikian beratnya hantaman itu hingga tak jarang di antara juru dakwah kita pun oleng dan undur diri dari barisan kafilah suci ini. Padahal tugas agung yang merupakan warisan para Nabi dan Rasul ini tetap harus kita jalani.
Di sinilah peran penting buku Taujihat Ri‘ayah Ma‘nawiyah (Bimbingan untuk Menjaga Rohani) ini. Segenap kaum Muslimin, terutama para da‘i harus menyimaknya, karena berbagai macam taujih, pesan, atau bimbingan dari para ustadz dan aktivis dakwah yang direkam dalam buku ini, insya Allah bisa menjadi penyegar rohani kita. Sehingga seberat apa pun rintangan dan kendala yang menghadang kita dalam mengarungi gelanggang dakwah akan terasa menjadi ringan. Inilah antara lain misi yang diusung oleh buku ini, yaitu menjaga kesegaran rohani agar selalu smart dalam menjalankan tugas luhur dakwah.
Seluruh sandungan yang terjal yang ditemui dalam dakwah itu mau tidak mau harus dihadapi oleh para juru dakwah. Karena kalau banyak manusia yang mempersepsi kehidupan ini sebagai sebuah pertempuran, maka hakikat dakwah itu sendiri adalah sebuah pertempuran, yakni pertempuran antara kebenaran dan kebatilan ( ash-shira‘ bainal-haq wal-bathil ).
Kemenangan dakwah yang diperjuangkan para pendukungnya adalah kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Namun kemenangan bukan hanya harapan semata, tapi juga tanggung jawab bagi para pendukung dakwah. Karena itu, kita harus menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan itu. Dalam hal ini, Allah berfirman: “Wahai Nabi, kobarkanlah semangat para Mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kalian, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kalian, mereka dapat mengalahkan seribu dari orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti” (al-Anfal [8]: 65).
Deskripsi :
Judul : Taujihat Ri'ayah Ma'nawiyah
Judul Asli : -
Penerbit : Departemen Kaderisasi, DPP Partai Keadilan Sejahtera
Penulis : Ahmad Satori, et al.
Ukuran : 11.5 x 17.5 cm
Halaman : xix + 198 halaman
Cover : SC
ISBN :
Cetakan Pertama, Oktober 2003
Sinopsis :
DAFTAR ISI :
- Ma'iyatullah dan Optimisme Kader Dakwah ... 1
- Jadikan Shalat Pencegah Perbuatan Keji dan Mungkar ... 8
- Urgensi Arkanul Bai'ah dalam Amal Siyasi ... 17
- Pengembangan arkanul bai'ah dan aplikasinya ... 17
- Politik dan Dakwah: Pandangan Hasan al-Banna ... 22
- Korelasi amal siyasi dengan arkanul bai'ah ... 25
- Kontribusi komitmen bai'ah aktual dalam dakwah ... 31
- Al-Qur'an Sebagai Bekal dan Tuntunan Perjuangan Dakwah ... 37
- Kedudukan dan fungsi al-Qur'an ... 37
- Interaksi dengan al-Qur'an ... 39
- Upaya membangun ruh al-Qur'an bagi kader dan kiat-kiatnya ... 40
- Rumah Tangga Sebagai Cermin Kepribadian Kader ... 43
- Rasulullah Saw. suami teladan ... 44
- Khadijah Sebagai istri teladan ... 48
- Ciri-Ciri rumah tangga kader dakwah ... 51
- Hak dan Kewajiban Rakyat atas Pemerintahan dan Masa Depan Perjuangan Islam ... 54
- Hak dan kewajiban umat atas pemerintahan ... 54
- Masa depan umat bila pemerintah melalaikan kewajibannya ... 58
- Menuntut hak dengan menunaikan kewajiban ... 60
- Misi Dakwah Kita: Perubahan dan Perbaikan ... 65
- Urgensi Dakwah ... 65
- Perubahan ke arah perbaikan: Esensi hasil dakwah ... 68
- Stagnasi: Ciri kelemahan iman ... 72
- Sigap Memenuhi Panggilan Dakwah dan Jihad ... 77
- Sabar dan Tsabat dalam Menghadapi Rintangan Dakwah ... 87
- Sabar adalah Kekhususan Manusia ... 89
- Rasulullah Saw. dan para Sahabatnya adalah Contoh Konkret ... 91
- Sabar dan Tsabat Mutlak Diperlukan dalam Dakwah ... 95
- Kesuksesan Hari Ini adalah Eksistensi Hari Esok ... 98
- Melalaikan Amanah: Jalan Menuju Kegagalan dan Kehancuran ... 107
- Membiayai Dakwah dengan Harta Kita ... 118
- Waktu dan Kekayaan adalah Harta Kita ... 118
- Harta yang Kita Miliki Bukan Seutuhnya Milik Kita ... 120
- Membiayai Dakwah dengan Harta Kita adalah Jihad Besar ... 121
- Mengajak Manusia Berjihad dengan Harta Mereka ... 126
- Kewajiban Berjihad di Jalan Allah ... 126
- Jihad yang Sempurna ... 128
- Budaya Saling Menasihati Sesama Kader Dakwah ... 134
- Sombong dan Senioritas Bukan Sifat Da‘i ... 142
- Penyakit Lisan Terburuk dan Tercela ... 153
- Ghibah dan Namimah ... 153
- Ciri Pemimpin yang Tidak Amanah dan Urgensi Kepemimpinan yang Adil ... 163
- Ciri-Ciri Hizbusy Syaithan dalam Konteks Kekinian ... 174
- Dua Kelompok Manusia ... 174
- Langkah-Langkah Hizbusy Syaitan ... 178
- Ciri-ciri Hizbusy Syaithan ... 180
- Dosa Mendiamkan Kezhaliman dan Kemaksiatan ... 184
- Peran Keteladanan Akhwat dalam Menjaring Massa Dakwah ... 193
Tidak ada komentar:
Posting Komentar