Selasa, 21 Desember 2021

Tafsir Ayat-Ayat Ahkam (Jilid 1)

 


Sejarah perkembangan ilmu Tafsir dari masa ke masa bisa ditinjau dari sudut metode penafsiran. Secara garis besar, ada dua metode penafsiran, pertama; penafsiran Tahlily, yakni menafsirkan ayat demi ayat al-Qur’an, sesuai dengan susunannya dalam mushaf. Kedua, penafsiran Maudhu’iy, yakni penafsiran yang bermula dari menghimpun ayat-ayat al-Qur’an yang membahas satu masalah tertentu, atau juga penafsiran tentang surah al-Qur’an tertentu. Dalam perkembangannya, hingga kini muncul beragam corak penafsiran. Di antaranya: corak sastra bahasa, corak filsafat, corak fiqih atau hukum Islam, corak ilmiah, corak tasawuf, dan lainnya.

Salah satu kitab tafsir yang menggunakan corak fiqih adalah kitab tafsir berjudul Rawai’u al-Bayan fi Tafsir Ayat al-Ahkam min al-Qur’an karya Muhammad Ali ash-Shabuni. Karya yang kemudian kami terbitkan dengan judul Tafsir Ayat-Ayat Ahkam ini lahir dari ikhtiar Ali ash-Shabuni menekuni dan mengkaji ayat-ayat hukum selama puluhan tahun sembari mengajar di Universitas Umm al-Qura dan Universitas King Abdul Aziz di Mekah al-Mukarramah. Oleh kalangan akademisi ilmu tafsir, Tafsir Ayat Ahkam merupakan salah satu buku induk (referensi) yang membahas secara lugas dan sistematis ayat-ayat hukum dalam al-Qur’an.

Ulama kelahiran Aleppo Suriah ini memang dibesarkan dalam keluarga yang gandrung akan ilmu agama. Pelajaran agama sejak kecil mengantarkannya menjadi hafidz al-Qur’an. Ia meraih gelar magister konsentrasi peradilan syari’ah di Universitas al-Azhar. Ali ash-Shabuni juga memahami dasar-dasar ilmu tafsir dan pakar dalam ilmu fikih dan ushul. Ia menjadi guru besar di dua bidang keilmuan itu di Universitas Umm al-Qura. Pondasi kokoh keilmuannya ini menjadi salah satu penunjang kepiawaiannya merampungkan berbagai karya tafsir, salah satunya adalah Tafsir Ayat-Ayat Ahkam ini. Tak heran, bila Muhammad Ali ash-Shabuni dinobatkan sebagai tokoh muslim dunia pada tahun 2007 oleh DIQA.

Tafsir Ayat-Ayat Ahkam ini, diterbitkan sebagaimana kitab aslinya yang terdiri dari dua jilid. Ali ash-Shabuni sangat piawai mengelaborasikan dua metode penulisan, klasik dan modern. Pola lama membuat tafsir ini padat dan kaya dari sisi pembahasan, sedangkan pola modern membuatnya sistematis. Perpaduan itu dikemas dalam susunan bahasa yang renyah dan metode penyajian yang mudah dipahami. Di samping itu, Ali ash-Shabuni juga mengelaborasi argumentasi dan pendapat-pendapat para ulama fiqih beserta dalil-dalilnya.





Deskripsi :

Judul : Tafsir Ayat-Ayat Ahkam (Jilid 1)
Judul Asli : Rawâ`i’u al-Bayân Tafsîr Âyât al-Ahkâm min al-Qur`ân
Penerbit : Keira Publishing
Penulis : Syekh Muhammad Ali ash-Shabuni
Ukuran : 17.6 x 25 cm
Halaman : xxxvi + 664 halaman
Cover : HC
ISBN : 978-602-1361-70-2

Cetakan Pertama, Juli 2016



Sinopsis :

Tafsir Ayat-Ayat Ahkam adalah buah karya Mufassir abad ini, Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni. Ia adalah seorang ulama terkemuka kelahiran Aleppo Syiria, yang terkenal karena keluhuran ilmu, kesantunan akhlak dan sifat wara’-nya. Kitab tafsir berjudul asli “Rawâ`i’u al-Bayân Tafsîr Âyât al-Ahkâm min al-Qur`ân” ini lahir dari ikhtiar Ali Ash-Shabuni menekuni dan mengkaji ayat-ayat hukum selama puluhan tahun sembari mengajar di Universitas Umm Al-Qura dan Universitas King Abdul Aziz di Mekkah Al-Mukarramah. Oleh kalangan akademisi ilmu tafsir, Tafsir Ayat-Ayat Ahkam dinilai sebagai salah satu buku induk (referensi) yang membahas secara lugas dan sistematis ayat-ayat hukum dalam Al-Qur’an.

Tafsir Ayat-Ayat Ahkam ini diterbitkan sebagaimana kitab aslinya yang terdiri dari dua jilid. Ali Ash-Shabuni piawai mengelaborasikan dua metode penulisan, klasik dan modern. Pola lama membuat tafsir ini padat dan kaya ihwal analisis seputar kebahasaan. Sedangkan sentuhan modern membuat karya tafsirnya lebih sistematis, penguraiannya yang runut dan penyajiannya yang tematis. Tafsir Ayat-Ayat Ahkam juga disusun berdasarkan pada referensi kitab-kitab tafsir klasik dan modern. Perpaduan itu dikemas dalam susunan bahasa yang renyah dan mudah dipahami.

Di samping itu, Ali Ash-Shabuni juga mengelaborasi argumentasi dan pendapat-pendapat para ulama fiqih beserta dalil-dalilnya. Sistematika penulisan Tafsir Ayat-Ayat Ahkam secara umum meliputi: (1) Penentuan Bab dan Ayat Al-Qur`an yang akan ditafsiri; (2) Tafsir per Kata; (3) Makna Global; (4) Ragam Qira’ah dan Ragam I’rab; (5) Sebab Turun Ayat; (6) Kelembutan Tafsir; (7) Kandungan Hukum; dan (8) Hikmah Tasyri’. Tak ayal, karya Guru Besar Fakultas Syariah dan Studi Islam di Universitas Umm Al-Qura Mekkah ini memancarkan keindahan dan hikmah dibalik hukum pensyariatan amal





Daftar Isi :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ibadah Sepenuh Hati

Ibadah itu nikmat! Dalam lantunan surat Al-Fatihah, terjadi dialog syahdu antara seorang hamba dengan Rabbnya. Di kegelapan yang hening, ter...