Hadir dengan refleksi-refleksi menyejukkan khasnya, Amru Khalid, sang penulis mencoba menepis anggapan sulitnya menjaga kondisi hati. Istimewanya, selain didukung oleh beragam dalil baik dari Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi, buku ini mendudukan diri sebagai penasehat yang bijaksana. Sapaan dan renungan yang disampaikan, menggambarkan betapa penulis sangat memahami kondisi kian hari ini yang berlepotan dengan maksiat. Ia tak menuntut perubahan yang diametral dan dramatis. Sebaliknya, justru menawarkan tips-tips yang memudahkan kita untuk memperbaiki kondisi hati secara bertahap.
Deskripsi :
Judul : Hati Sebening Mata Air
Judul Asli : Ishlahul Qulub
Penerbit : Aqwam
Penulis : Amru Khalid
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Halaman : 264 hal
Cover : SC
ISBN : 979-3653-15-9
Cetakan Pertama, Mei 2006
Sinopsis :
Dengan fitrah yang dimilikinya, manusia menginginkan hati yang sehat (qalbun salim). Suatu kondisi hati yang membuatnya mampu menembus pintu langit, dan terbebas dari noktah-noktah kemaksiatan. Masalahnya, bagaimana mencapai kondisi hati seperti itu? Terlebih, ritme kehidupan yang kita jalani sehari-hari kurang memberikan porsi seimbang untuk merawat hati. Disaat yang sama, setan selalu berusaha membenamkannya ke dalam lumpur kemaksiatan sedalam-dalamnya. Sulitkah memiliki hati yang sehat?
Hadir dengan refleksi-refleksi menyejukkan khasnya, Amru Khalid, sang penulis mencoba menepis anggapan sulitnya menjaga kondisi hati. Istimewanya, selain didukung oleh beragam dalil baik dari Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi, buku ini mendudukan diri sebagai penasehat yang bijaksana. Sapaan dan renungan yang disampaikan, menggambarkan betapa penulis sangat memahami kondisi kian hari ini yang berlepotan dengan maksiat. Ia tak menuntut perubahan yang diametral dan dramatis. Sebaliknya, justru menawarkan tips-tips yang memudahkan kita untuk memperbaiki kondisi hati secara bertahap.
Penguasaan penulis yang sempurna terhadap dalil dan kemampuan menjelaskannya dengan bahasa yang ringan, menggelitik, namun tepat sasaran, menjadikan buku ini bertabur hal-hal yang baru dan menakjubkan. Seperti ketika menguraikan Asma’ul Husna, yang ternyata menjadi bukti kecintaan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Bagaimana alurnya? Mari kita simak bersama!
DAFTAR ISI :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar