Kita mengetahui bahwa orang pertama yang beriman kepada risalah adalah seorang perempuan. Orang yang pertama kali ikut berperan dalam dakwah adalah seorang perempuan, dan orang yang pertama kali diberikan kabar gembira dengan surga adalah perempuan.
Sesungguhnya dalam aktivitas Nusaibah RA dan oleh para perempuan lainnya dari kalangan shahabiyat, terdapat sebuah petunjuk bahwa kebutuhan kita hari ini adalah dimulainya peran perempuan muslimah untuk turut menanggung beban dakwah. Perempuan sebaiknya berinvestasi sebagaimana mereka para perempuan sahabiyat telah berinvestasi di jalan dakwah Islam. Dengan berbagai identitasnya sebagai pemudi, istri, dan ibu. Hal ini akan menanamkan semangat cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dalam diri putera dan puteri mereka. Konsisten dengan ajaran Islam dan aturan-aturannya serta mencintai jihad di jalan Allah SWT.
Suami-suami mereka tidak membuat mereka statis. Kekhawatiran terhadap tantangan juga tidak membuat mereka diam. Dan apa yang akan mereka dapatkan ketika turut serta dalam dakwah kepada Allah SWT, telah terbukti didapatkan oleh para perempuan generasi pertama dalam Islam
Deskripsi :
Judul : Perempuan Istimewa Teladan di Medan Dakwah
Judul Asli : -
Penerbit : Tarbawi Press
Penulis : Muhammad Husain Isa
Ukuran : 12 x 18 cm
Halaman : halaman
Cover : SC
ISBN :
Sinopsis :
DAFTAR ISI:
Pengantar (Ibu Yoyoh Yusroh) ... v
Pengantar (Bpk. Muhammad Abdullah AL-Khotib) ... xiii
Muqoddimah ... xxi
- Khadijah binti Khuwailid RA ... 1
- Ummu Salamah RA ... 13
- Sumayyah binti Khayat RA ... 20
- Ummu Syuraik RA ... 28
- Labibah RA ... 33
- Zaniroh Arrumiyah RA ... 35
- Fathimah binti Khottob RA ... 37
- Asma binti Abu Bakar RA ... 49
- Kaum Muhajirin dan Muhajirot ... 57
- Ummu Kultsum binti Uqbah RA ... 68
- Asma binti Umais RA ... 78
- Ummu Hani RA ... 83
- Ummu Ammarah dan Ummu Muna'i RA ... 87
- Nusaibah binti Ka'ab RA ... 90
- Para Mujahidin dan Mujahidat ... 97
- Rufaidah al-Aslamiyah RA ... 104
- Shafiyyah binti Abdul Muthallib RA ... 109
- Halaqah Imu Bagi Para Perempuan ... 114
- Ikhtilat yang Penuh Disiplin ... 118
- Khatimah ... 123
Tidak ada komentar:
Posting Komentar