Ibnu Qayyim Al Jauziyyah Rahimahullah menuturkan, "Kegemaran dan keasyikan penikmat ilmu itu lebih besar dan melebihi dari kecintaan apa saja. Dan banyak dari mereke yang perhatiannya kepada ilmu tidak teralihkan oleh paras wanita yang paling cantik sekalipun".
Para ulama dahulu sering berlomba untuk memiliki beragam kitab dan saling beradu cepat untuk mendapatkan dan menyalinnya, kemudian dengan tekun membaca dan membacanya (sebagaimana yang akan Anda lihat dalam risalah ini). Di masa itulah gerakan penyusunan dan penyalinan kitab bahkan segala bentuk pelayanan terhadap buku menjadi giat. Lihat hal: 8.
Perhatikanlah kisah Ibn at-Tabban, bagaimana gigih dan sabarnya dalam membaca dan menuntut ilmu. Al-Qadhi Iyadh berkata, "Ia banyak membaca buku. Pernah dikabarkan bahwa ia membaca kitab Al-Muadawannah seribu kali." Lihat hal: 114.
Pada biografi Abbas bin al-Walid al-Farisi (W. 218H), Abul Arab at-Tamimi menuturkan bahwa di akhir sebagian buku-buku Abbas bin Al-Walid ditemukan keterangan: "Aku telah mempelajarinya seribu kali." Lihat hal: 114.
Lantas bagaimanakah karakter, sifat serta etika yang menghiasi para ulama dan para penuntut ilmu di zaman dahulu? Hingga mereka berada dalam puncak semangat belajar dan membaca? Silahkan para pembaca menelaahnya dalam buku ini ...
Deskripsi :
Judul : Motivasi dan Panduan Menuntut Ilmu
Judul Asli : -
Penerbit : Buana Ilmu Islami
Penulis :
- Ali bin Muhammad Aali Imraan
- Al Allamah Muhammad bin Ibrahim bin Jama'ah al Kunany Asy-Syafi'i
Ukuran : 24,5 cm
Halaman : xii + 431 hal
Cover : HC
ISBN : 979-602-9600
Cetakan Ketiga, April 2019
DAFTAR ISI :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar