Minggu, 23 Agustus 2020

Aqidah Islam

 Pola Hidup Manusia Beriman


 

Banyak buku aqidah yang ditulis pakar aqidah. Namun buku yang ditulis Sayyid Sabiq ini berbeda dari buku-buku aqidah lainnya. Boleh dibilang buku ini merupakan buku aqidah yang hidup. Bila anda membacanya maka terasa ada kehidupan di dalamnya.

Sebagaimana dalam salah satu bagian tulisannya dalam buku ini, “Sesungguhnya aqidah ini merupakan jiwa bagi setiap individu. Dengan aqidah ini ia bisa hidup dengan baik. Bila kehilangan aqidah ini, maka ruhaninya mengalami kematian. Aqidah adalah cahaya yang apabila manusia tidak mendapatkannya, maka ia akan tersesat dalam berbagai kancah kehidupan, dan mengalami kebingungan di berbagai lembah kesesatan.”

Diantara karunia Allah adalah bahwa akidah Islamiyah ini masih tetap jernih, bersih, gambling dan sacral seperti keadaannya semula. Oleh karena itu, harus ada upaya untuk melakukan perubahan mendasar di dalam jiwa manusia dengan cara menanamkan akidah yang benar yang tidak terpengaruh oleh pikiran-pikiran manusia dan tidak dipermainkan oleh berbagai pendapat dan hawa nafsu. Buku ini membantu Anda dalam melakukan upaya tersebut.

Islam sebagai Dien mempunyai dua dimensi yaitu sebagai seperangkat keyakinan/aqidah dan sebagai sesuatu yang diamalkan. Amal ini merupakan perpanjangan dan implementasi dari aqidah itu.

Kitab al-aqaid al-islamiyah karya Sayid Sabiq yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia ini menyajikan fungsi dan peranan aqidah serta implementasinya dalam bentuk amal. Aqidah merupakan syarat mutlak tercapainya penghambaan diri serta mengikatkan diri sepenuhnya pada Allah ta'ala.



Deskripsi :

Judul : Aqidah Islam
Judul Asli : al-aqaid al-islamiyah
Penerbit : CV. Diponegoro Bandung
Penulis : Sayid Sabiq
Ukuran :  cm
Halaman :  halaman
Cover : SC
ISBN :


Sinopsis :


Daftar Isi :


Pengantar Studi Aqidah Islam

 

Judul asli buku ini adalah "Al-Madkhalu Lidirasaatil 'Aqidatil Islamiyyah 'Ala Madzhabil Ahlissunnah wal Jama'ah". Buku ini merupakan intisari Ilmu Aqidah berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Yayasan Pusat Studi Islam Al-Mannar.


Deskripsi :

Judul : Pengantar Studi Aqidah Islam
Judul Asli : Almadkhalu lidiraasatil 'aqidatil islamiyyah 'ala madzhabi ahlissunnah wal jama'ah
Penerbit : Robbani Press
Penulis : DR. Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah Al-Buraikan
Ukuran : 21 cm
Halaman : xii + 384 halaman
Cover : SC
ISBN : 979-9078-30-X

Cetakan Pertama, Oktober 1998



Sinopsis :


Daftar Isi :


Kehidupan Para Sahabat (Hayatush Shahabah) jilid 1

 

Buku Hayatush Shahabah karya Syaikh Muhammad Yusuf al-Kandahlawi ini hadir secara berbeda. Penulis tidak mengikuti gaya kitab lainnya, baik dari segi paparan materi maupun sistematikanya dalam mengurutkan thabaqat (angkatan) para sahabat r.a. Akan tetapi, menjadikan bukunya ini sebagai gambar hidup para sahabat r.a. yang penuh dengan detak kehidupan dan kaya aktivitas. Itulah sebabnya kita bisa melihat dengan jelas akhlak dan kemuliaan mereka. Kita dapat merasakan emosi, bahkan helaan nafas mereka.

Buku Hayatush Shahabah ini menghadirkan sistematika penulisan yang mudah dan gamblang, tanpa pengulangan keragaman riwayat. Penulis menggunakan riwayat yang terkuat, terinci, dan yang paling mewakili tema yang sedang dibahas. Penulis menjadikan sembilan belas bab dalam buku ini sebagai panggung kehidupan para sahabat r.a. dalam berbagai situasi: Tentang kekuatan iman mereka kepada Allah dan Rasul-Nya; Tentang pengorbanan, kontribusi, dan kedermawanan mereka; Tentang keberanian dan perjuangan mereka; Tentang akhlak, sifat, dan sikap mereka ketika menghadapi kesulitan, dan lain-lain. Untuk melukiskan hal tersebut, Penulis menggali ribuan nash dari kitab hadis, tafsir, dan sejarah yang bisa menjelaskan gagasannya dan mewujudkan maksudnya. Selanjutnya, dengan bagus sekali ia menyusunnya dalam bab yang sesuai. Alhasil, terciptalah lukisan yang indah, lengkap dengan gerak dan kehidupan. Dari sini, kita bisa mengenal para sahabat Rasulullah s.a.w. sebagai teladan mulia dalam akhlak serta agama, dan panutan yang baik dalam ilmu dan amal.

********************************************

Syaikh Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi (1335 H/1917 M - 1384 H/1965 M)

Ulama sekaligus da'i serta mubaligh kelahiran Kandhla, Uttar Pradesh, India ini tumbuh besar dalam lingkungan yang wara’ lagi agamis, asuhan ibu yang shalihah, serta didikan para syaikh dan ulama. Ketika dewasa, ia berbaiat kepada ayahnya, Syaikh Muhammad Ilyas, yang notabene pendiri Jama’ah Tabligh, hingga kemudian ditunjuk sebagai penggantinya.

Sejak itu, kesibukan Syaikh Muhammad Yusuf adalah mengajar, berdakwah, dan berceramah di majelis ilmu serta bermusyawarah. Tak terhitung kader dakwah yang ia kirim ke berbagai negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Sisa waktunya ia habiskan untuk menulis, sehingga melahirkan dua mahakarya: (1) Amânî al-Ahbâr dan (2) Hayâtush Shahâbah. Pengaruh kitab yang disebut belakangan ini amatlah besar serta menunjukkan kedalaman pemahamannya tentang sirah Nabi s.a.w. dan perikehidupan sahabatnya.

Beliau meninggal sehari setelah mengalami sakit saat menyampaikan khutbah. Kalimat thayyibah dan doa ajaran Rasulullah s.a.w. tak lepas dari lidahnya. Lebih dari 70.000 Muslim menyalati jenazahnya yang kemudian dikebumikan di Nizhamuddin Delhi.

Deskripsi :

Judul : Kehidupan Para Sahabat (Hayatush Shahabah) jilid 1
Judul Asli : Hayatush Shahabah
Penerbit : Pustaka Zaadul Ma'ad
Penulis : Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi Rah.a
Ukuran : 16.5 x 24.5 cm
Halaman : xlviii + 831 halaman
Cover : HC
ISBN : 979-9316-0-7

Cetakan Keempat, Januari 2006

Sinopsis :


Daftar Isi :


Kehidupan Para Sahabat (Hayatush Shahabah) jilid 2

 

Buku Hayatush Shahabah karya Syaikh Muhammad Yusuf al-Kandahlawi ini hadir secara berbeda. Penulis tidak mengikuti gaya kitab lainnya, baik dari segi paparan materi maupun sistematikanya dalam mengurutkan thabaqat (angkatan) para sahabat r.a. Akan tetapi, menjadikan bukunya ini sebagai gambar hidup para sahabat r.a. yang penuh dengan detak kehidupan dan kaya aktivitas. Itulah sebabnya kita bisa melihat dengan jelas akhlak dan kemuliaan mereka. Kita dapat merasakan emosi, bahkan helaan nafas mereka.

Buku Hayatush Shahabah ini menghadirkan sistematika penulisan yang mudah dan gamblang, tanpa pengulangan keragaman riwayat. Penulis menggunakan riwayat yang terkuat, terinci, dan yang paling mewakili tema yang sedang dibahas. Penulis menjadikan sembilan belas bab dalam buku ini sebagai panggung kehidupan para sahabat r.a. dalam berbagai situasi: Tentang kekuatan iman mereka kepada Allah dan Rasul-Nya; Tentang pengorbanan, kontribusi, dan kedermawanan mereka; Tentang keberanian dan perjuangan mereka; Tentang akhlak, sifat, dan sikap mereka ketika menghadapi kesulitan, dan lain-lain. Untuk melukiskan hal tersebut, Penulis menggali ribuan nash dari kitab hadis, tafsir, dan sejarah yang bisa menjelaskan gagasannya dan mewujudkan maksudnya. Selanjutnya, dengan bagus sekali ia menyusunnya dalam bab yang sesuai. Alhasil, terciptalah lukisan yang indah, lengkap dengan gerak dan kehidupan. Dari sini, kita bisa mengenal para sahabat Rasulullah s.a.w. sebagai teladan mulia dalam akhlak serta agama, dan panutan yang baik dalam ilmu dan amal.

********************************************

Syaikh Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi (1335 H/1917 M - 1384 H/1965 M)

Ulama sekaligus da'i serta mubaligh kelahiran Kandhla, Uttar Pradesh, India ini tumbuh besar dalam lingkungan yang wara’ lagi agamis, asuhan ibu yang shalihah, serta didikan para syaikh dan ulama. Ketika dewasa, ia berbaiat kepada ayahnya, Syaikh Muhammad Ilyas, yang notabene pendiri Jama’ah Tabligh, hingga kemudian ditunjuk sebagai penggantinya.

Sejak itu, kesibukan Syaikh Muhammad Yusuf adalah mengajar, berdakwah, dan berceramah di majelis ilmu serta bermusyawarah. Tak terhitung kader dakwah yang ia kirim ke berbagai negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Sisa waktunya ia habiskan untuk menulis, sehingga melahirkan dua mahakarya: (1) Amânî al-Ahbâr dan (2) Hayâtush Shahâbah. Pengaruh kitab yang disebut belakangan ini amatlah besar serta menunjukkan kedalaman pemahamannya tentang sirah Nabi s.a.w. dan perikehidupan sahabatnya.

Beliau meninggal sehari setelah mengalami sakit saat menyampaikan khutbah. Kalimat thayyibah dan doa ajaran Rasulullah s.a.w. tak lepas dari lidahnya. Lebih dari 70.000 Muslim menyalati jenazahnya yang kemudian dikebumikan di Nizhamuddin Delhi.

Deskripsi :

Judul : Kehidupan Para Sahabat (Hayatush Shahabah) jilid 2
Judul Asli : Hayatush Shahabah
Penerbit : Pustaka Zaadul Ma'ad
Penulis : Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi Rah.a
Ukuran : 16.5 x 24.5 cm
Halaman : xxx + 782 halaman
Cover : HC
ISBN : 979-9316-25-1

Cetakan Pertama, Desember 2008

Sinopsis :


Daftar Isi :


Bidayah wa Nihayah (Ringkasan)

Sejarah Awal Mula Penciptaan, Kisah Para Nabi, Kisah Umat-Umat Terdahulu, Sejarah Nabi SAW, dan Khulafa' Rasyidun, Daulah Umawiyah dan Abasiyah, Hingga Peristiwa Tahun 768 H



 

Deskripsi :

Judul : Bidayah wa Nihayah (Ringkasan)
Judul Asli : Mukhtashar Al Bidayah wa An-Nihayah
Penerbit : Pustaka Azzam
Penulis : Ibnu Katsir
Ukuran : 16.5 x 23.5 cm
Halaman : xxxvi + 928 halaman
Cover : HC
ISBN : 978-602-8067-33-1

Cetakan Pertama, Maret 2008

Sinopsis :


Daftar Isi :



Siyar A'lam An-Nubala (Ringkasan)

Biografi Sahabat, Tabiin, Tabiut Tabiin, dan Ulama Muslim


 

 

Deskripsi :

Judul : Siyar A'lam An-Nubala (Ringkasan)
Judul Asli : Nuzhatul fudhala' tahdzib siyar a'lam an-nubala
Penerbit : Pustaka Azzam
Penulis : Imam Adz-Dzahabi
Ukuran : 16.5 x 23.5 cm
Halaman : xvi + 843 halaman
Cover : HC
ISBN : 978-602-8067-36-2

Cetakan Pertama, MAret 2008



Sinopsis :


Daftar Isi :


Madarijus Salikin

 Penjabaran Kongkrit "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in"


 

Layaknya seorang musafir yang menempuh suatu perjalanan menuju tempat nan jauh, yang harus mempersiapkan bekal dan perlengkapannya, begitu pula perjalanan manusia menuju Allah. Bukankah hidup di dunia adalah perjalanan yang agris finish-nya ada di haribaan Allah ? Setiap hembusan nafas, setiap gerakan, setiap prilaku dan bahkan setiap lintasan hati sama dengan setiap ayunan kaki. Tidak ada yang terlewatkan secara sia-sia, semua tercatat dalam kitab dan kelak akan dihisab.

Layaknya suatu perjalanan mendaki di permukaan bumi yang harus melewati etape-etape dan tempat-tempat persinggahan, begitu pula perjalanan menuju Allah. Etape dan persinggahan, yang juga disebut dengan istilah manzilah ini harus dilewati setiap hamba
Dalam hidupnya dalam perjalanan menuju Allah. Semua ini merupakan penjabaran yang di saripatikan Ibnu-Qayyim dari Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nas’tain, sepenggal ayat yang menjadi inti dari segala inti.

Tentunya anda pernah mendengar istilah ahli thariqah, atau masalah ilmu ladunny, atau pembahasan tentang ilmul-yaqin, haqqul-yaqin, atau istilah-istilah lain yang lekat dengan dunia sufi dan ilmu thariqah. Jika anda belum mendengar dan mengetahuinya, atau pernah mengetahuinya tapi tidak terpuasi, maka silahkan baca kitab ini.


Deskripsi :

Judul : Madarijus Salikin
Judul Asli : Madarijus Salikin Manazili Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in
Penerbit : Pustaka Al Kautsar
Penulis : Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
Ukuran : 16.5 x 24.5 cm
Halaman : xxii + 481 halaman
Cover : HC
ISBN : 979-592-110-X

Cetakan Ketujuh, Nopember 2005

Sinopsis :


Daftar Isi :


Membangun Manusia Berbasis Al-Qur'an

  Al-Qur'an merupakan pedoman dan tuntunan hidup setiap muslim, baik individu maupun masyarakat. Al-Qur'an diturunkan Allah Azza wa ...